Regional
Disperindag Jabar Siapkan Strategi Atasi Regenerasi Perajin Sepatu Cibaduyut
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah regenerasi perajin sepatu Cibaduyut, Kota Bandung.
Berdasarkan data Disperindag Jawa Barat, jumlah perajin sepatu di Kawasan Sentra Cibaduyut tersisa 50 orang dan tidak adanya regenerasi membuat jumlah perajin sepatu Cibaduyut semakin menurun.
“Kami sedang menyiapkan dokumen perencanaan untuk pengembangan industri kecil menengah (IKM) di Jabar. Tak hanya Cibaduyut, tapi juga untuk 61.000 IKM yang tercatat di Jabar. Ini akan diproyeksikan dapat meningkat dalam jangka waktu target 20 tahun ke depan,” kata Kepala Disperindag Jawa Barat Iendra Sofyan, dilansir dari Antara, Kamis (2/2/2023).
Ia mengatakan, dokumen perencanaan untuk pengembangan IKM di Jawa Barat tersebut mencakup berbagai aspek IKM dari hulu sampai hilir.
“Selama ini Jawa Barat itu punya komoditas apa, kita punya bahan baku apa, punya kemampuan apa, sisi lain marketing maunya apa. Ini yang akan disiapkan ke depan,” katanya.
Iendra mengungkapkan keberadaan 50 perajin sepatu Cibaduyut tersebut ternyata sebagai pengusaha baru dan salah satu kendala yang membuat mereka tidak berkembang ialah masalah bahan baku yang diimpor dari China.
Ia mengatakan berkurangnya jumlah perajin sepatu di Cibaduyut karena kurangnya generasi penerus industri sepatu di sana.
Menurut dia, banyak usaha sepatu yang sebelumnya dijalankan para orang tua atau generasi leluhurnya, namun sekarang tidak dilanjutkan oleh anak-anaknya.
“Jadi IKM seperti Cibaduyut ini orang tuanya sendiri yang mendorong anak-anaknya beraktivitas lain. Sudah lah sekolah saja yang benar, sehingga mereka terbawa lingkungan-lingkungan lain. Akhirnya si anak perajin ini enggak melanjutkan usaha orang tuanya,” kata Iendra.
Dia menambahkan permasalahan lainnya yang dihadapi para pelaku industri sepatu di Cibaduyut ialah terkait bahan baku.
Walaupun masih bisa mengekspor produknya hingga ke luar negeri, akan tetapi bahan yang mereka dapatkan masih bergantung impor dari China.
Karena itu mayoritas pelaku industri gulung tikar karena masalah bahan baku yang sulit didapatkan dan masalahnya industri sepatu Cibaduyut masih dijalankan para orang tua dan tidak diregenerasikan kepada anak-anaknya. (*)
Sumber: Antara
You may like

Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029

Gagal Gasak Motor, Pria di Karawang Babak Belur Diamuk Massa

209 Calon Kepala Desa Ikuti Tes CAT, Pemkab Karawang Gandeng Unsika Pastikan Netralitas

Festival Budaya Jepang dan Korea TokSeoul Wave 2026 Siap Digelar di KCP Mall

Boncengan Tiga Tanpa Helm, Tiga Pelajar Perempuan Tewas Tabrak Truk Mogok di Karawang

Minggon Rutin Pemdes Kertaraharja: Kunci Transparansi Pembangunan dan Soliditas Aparatur Desa
Pos-pos Terbaru
- Dian Fahrud Jaman Perkuat Militansi Kader NasDem Karawang Hadapi Pemilu 2029
- Gagal Gasak Motor, Pria di Karawang Babak Belur Diamuk Massa
- 209 Calon Kepala Desa Ikuti Tes CAT, Pemkab Karawang Gandeng Unsika Pastikan Netralitas
- Festival Budaya Jepang dan Korea TokSeoul Wave 2026 Siap Digelar di KCP Mall
- Boncengan Tiga Tanpa Helm, Tiga Pelajar Perempuan Tewas Tabrak Truk Mogok di Karawang







