Politik
Cara Licik Paslon Bupati Manfaatkan Kades Sebar Uang ‘Cendol’ Digunjing Publik Karawang
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Cara licik dan kotor terus mewarnai proses demokrasi Pilkada 2020 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Aksi curang bin nekad ini dilakukan salah satu pasangan calon bupati dengan memanfaatkan jaringan kepala desa untuk memuluskan kemenangan dengan menyebar “uang cendol” atau money politik.
Dugaan politisasi pilkada di Karawang tersebut, kini viral dan menjadi gunjingan publik Karawang. Mereka menyayangkan hajat demokrasi rakyat lima tahunan yang seharusnya bersih dari praktek kotor malah kemudian mempertontonkan pembodohan politik bagi rakyat.
“Upaya curang ini malah membuat kami tidak respek. Seharusnya, politisi di Karawang bertindak jujur dan tidak menciderai demokrasi. Kemenangan bukan segalanya, tapi pendidikan politik yang bersih lah yang harus kita wariskan kepada generasi Karawang selanjutnya,” tandas Sekjen Forum Rengasdengklok Bersatu Nana Satria Permana.
Gunjingan publik Karawang terhadap aksi licik salah satu paslon bupati tersebut terjadi setelah percakapan tim sukses relawan paslon bupati bocor melalui pesan whatsapp secara berantai.
Dalam pesan itu tertulis penjelasan hasil rapat pada Senin 7 Desember 2020 yang menyampaikan permohonan maaf lantaran pengondisian malam H, tidak melibatkan relawan paslon bupati namun diteruskan oleh para kepala desa melalui organisasi ikatan kepala desa (IKD). Bahkan dalam pesan berantai ini merinci seorang nama anggota DPRD Karawang yang ikut terlibat dalam acara rapat.
Ketua Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang, Sukarya WK ketika dimintai tanggapannya via telepon bereaksi keras. Dia menyatakan siap memberikan konsekusi sesuai aturan berlaku jika ada temuan dan kedapatan kepala desa yang melakukan politik praktis.
“Saya sudah mengintruksikan jangan ada mobilisasi massa, karena APDESI harus netral meskipun kepala desa adalah jabatan politik. Kalau masalah milih sesuai hak pribadi boleh saja, jangan golput. Tapi tidak melakukan mobilisasi massa, atau sampai jadi kader bagi bagi uang salah satu paslon. Saya sudah larang keras kepala desa untuk tidak melakukan haal itu. Kalau ada yang kena itu akan ada konsekuensinya secara aturan,” jelas Sukarya. (red)

You may like

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan
Pos-pos Terbaru
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot
- Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri






