Regional
4 Tahun Berjuang di Indonesia, Mahasiswi Asal Yaman Lulus dari Unsika: Hatur Nuhun Indonesia
Published
27 detik agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Senyum bahagia terpancar dari wajah Bian Abdulraheem Al Aqab, mahasiswi asal Yaman yang akhirnya menyelesaikan perjalanan akademiknya di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Setelah empat tahun bergelut dengan berbagai mata kuliah dan tantangan bahasa, Bian resmi diwisuda dari Fakultas Hukum Unsika di Aula Syekh Quro Unsika, Selasa (11/8/2026).
Bagi Bian, kelulusan tersebut bukan sekadar pencapaian akademik. Empat tahun menempuh pendidikan di Indonesia menjadi perjalanan panjang yang mempertemukannya dengan berbagai pengalaman, mulai dari rasa takut saat pertama datang hingga akhirnya merasa memiliki banyak kenangan indah di Indonesia.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, Bian mengaku sempat merasa gugup dan takut. Sebagai warga negara asing yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru, ia merasa banyak hal akan sulit dijalani.
“Pertama kali aku datang sebagai orang asing, jadi aku sangat gemetar. Aku sangat takut,” ujar Bian.
Namun, kekhawatiran tersebut perlahan hilang. Dukungan teman-teman dan para dosen membuatnya mampu beradaptasi dengan kehidupan kampus dan lingkungan di Karawang.
“Itu waktu pertama aku merasa takut, merasa semua hal itu sulit. Tapi waktu ada teman-teman sama dosen-dosen yang bantu saya, rasanya seperti bahagia, senang. Dan ya, kayaknya waktu itu aku merasa bisa,” tuturnya.
Tantangan Bahasa Indonesia
Salah satu tantangan terbesar Bian selama kuliah adalah bahasa.
Pada awal perkuliahan, ia terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Begitu pula dengan teman-temannya yang dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Namun, Bian memilih belajar bahasa Indonesia, sementara teman-temannya juga belajar bahasa Inggris. Mereka kemudian saling membantu dalam proses belajar bahasa.
“Pertama kali aku kelas, bahasanya bahasa Inggris. Teman-teman saya juga bisa bahasa Inggris. Tapi mereka katanya mau belajar bahasa Inggris, aku mau belajar bahasa Indonesia,” katanya.
Kesulitan semakin terasa ketika beberapa dosen menyampaikan materi menggunakan bahasa Indonesia.
“Bahasanya sulit. Pertama kali sulit. Dan ada beberapa dosen yang pakai bahasa Indonesia, tidak pakai bahasa Inggris. Atau kalau pakai, materi-materi ada dalam bahasa Indonesia. Jadi ya, itu sulit,” ujarnya.
Meski demikian, empat tahun membuat kemampuan bahasa Indonesianya jauh berkembang. Kini, bahasa yang dulu menjadi hambatan justru tidak lagi terasa sulit baginya.
“Tapi kalau sekarang, gak merasa sulit,” ucapnya.
Tinggal Bersama Teman Mancanegara
Selama menempuh pendidikan di Unsika, Bian juga menjalani kehidupan bersama teman-teman dari berbagai negara. Mereka tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan sederhana yang hanya terdiri dari tiga petak.
Kehidupan bersama tersebut menjadi bagian dari pengalaman Bian selama berada di Indonesia. Selain menjalani aktivitas perkuliahan, ia juga belajar beradaptasi dengan karakter dan kebiasaan orang-orang dari latar belakang berbeda.
Bagi Bian, lingkungan pertemanan menjadi salah satu alasan dirinya mampu bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.
Ia mengaku sangat berterima kasih kepada teman-teman sekelas yang selalu membantu dirinya selama menjalani perkuliahan.
“Aku bangga banget sama teman-teman saya di kelas. Dan mau terima kasih mereka. Karena mereka bantu saya. Setiap hari mereka bantu saya,” katanya.
Skripsi tentang Investasi Asing
Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum, Bian mengangkat tema investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) dalam skripsinya yang berkaitan dengan hukum bisnis.
Topik tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sebelum akhirnya menyandang gelar sarjana hukum dari Unsika.
Empat tahun berkuliah di Indonesia membuat Bian tidak hanya mendapatkan ilmu dari bangku perkuliahan, tetapi juga pengalaman hidup yang tidak akan mudah dilupakan.
Ia pun mengaku memiliki kesan yang sangat berbeda antara saat pertama datang ke Indonesia dan ketika harus meninggalkan Indonesia setelah menyelesaikan kuliahnya.
“Sekarang aku meninggalkan Indonesia, hatiku penuh dengan ingatan baik, penuh dengan berterima kasih. Jadi ya, itu sangat berbeda,” ungkapnya.
Jatuh Hati pada Kuliner Indonesia
Selain kehidupan kampus, Bian juga memiliki kenangan tersendiri dengan kuliner Indonesia.
Beberapa makanan yang menjadi favoritnya antara lain bakso, ayam geprek, soto hingga seblak.
“Ya, ada suka sama bakso, ayam geprek, soto. Seblak,” ujarnya sambil menyebut sejumlah makanan yang ia sukai.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan, Bian harus meninggalkan Indonesia. Namun, pengalaman selama empat tahun di negeri ini akan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sebelum mengakhiri wawancara, Bian menyampaikan pesan sederhana kepada teman-teman dan orang-orang Indonesia yang telah membantunya selama berada di Karawang.
“Hatur nuhun Indonesia, hatur nuhun Unsika,” ucap Bian.
Kalimat sederhana dalam bahasa Sunda tersebut menjadi penutup perjalanan Bian di Indonesia. Empat tahun lalu ia datang dengan rasa takut sebagai orang asing. Kini, ia meninggalkan Indonesia dengan membawa gelar sarjana, pengalaman, persahabatan, serta kenangan yang menurutnya akan selalu tersimpan dalam hati.(red)

You may like

Kasus KPR BTN Diusut Kejari, PT BAS Jamin Hak 1.200 Konsumen Tetap Aman

16 Mahasiswa MagangHub Batch 1 Resmi Memulai Program Magang di Lapas Karawang

Dinding Saluran Air Hasil Normalisasi Perlu Ditembok Hindari Erosi Tanah

KATAR : Yayasan & SPPG Harusnya Jangan Bikin Kecewa Pemasok Bahan Baku Dapur MBG

“GAZZ Karawang”, Takut Pulang Sendiri, Dua Perempuan Minta Bantuan Polisi hingga Diantar ke Rumah

Sapa Pagi GAZZ Karawang, 468 Polisi Turun ke Jalan Bantu Pelajar dan Jaga Lalu Lintas
Pos-pos Terbaru
- 4 Tahun Berjuang di Indonesia, Mahasiswi Asal Yaman Lulus dari Unsika: Hatur Nuhun Indonesia
- Kasus KPR BTN Diusut Kejari, PT BAS Jamin Hak 1.200 Konsumen Tetap Aman
- 16 Mahasiswa MagangHub Batch 1 Resmi Memulai Program Magang di Lapas Karawang
- Dinding Saluran Air Hasil Normalisasi Perlu Ditembok Hindari Erosi Tanah
- KATAR : Yayasan & SPPG Harusnya Jangan Bikin Kecewa Pemasok Bahan Baku Dapur MBG







