Connect with us

Regional

4 Robot Canggih Mahasiswa Unsika Karawang Bersaing di Festival Inovasi Teknologi

Published

on

KARAWANG— Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) turut ambil bagian dalam ajang Festival Inovasi Teknologi yang digelar di Kampus Unsika, Karawang, Rabu, 3 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, mereka memamerkan empat unit robot hasil rakitan yang sebelumnya telah diikutsertakan dalam berbagai kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Ketua Tim Robot Unsika Karawang (RESAKA), Aril Yudatmo, mengatakan bahwa timnya tidak hanya fokus pada satu jenis robot, melainkan mengembangkan beberapa kategori robot sekaligus sesuai bidang yang dilombakan.

“Untuk Tim Robot Unsika ini kami tidak berfokus pada satu jenis robot saja. Kami mengembangkan banyak robot, mulai dari robot sumo hingga robot skala nasional dan internasional,” ujar Aril, Rabu, 3 Desember 2025.

Adapun empat robot yang ditampilkan dalam festival tersebut antara lain robot sumo, robot line follower, robot hexapod, dan robot SAR (Search and Rescue).

Menurut Aril, robot sumo merupakan jenis robot yang difokuskan untuk kompetisi adu kekuatan dan torsi. Dalam perlombaan, dua robot akan saling berhadapan dalam sebuah arena melingkar, dan robot yang mampu mendorong lawannya keluar dari arena dinyatakan sebagai pemenang.

“Fungsi robot sumo itu mengandalkan torsi dan kekuatan. Siapa yang berhasil mendorong lawannya keluar arena, itulah pemenangnya,” jelasnya.

Sementara itu, robot line follower dirancang untuk mengikuti jalur tertentu yang telah ditentukan dalam lintasan lomba. Jalur tersebut bisa berbeda-beda tergantung tingkat kesulitan dan konsep yang diterapkan panitia.

Untuk robot hexapod, Aril menyebut bahwa saat ini tim masih berada dalam tahap riset dan pengembangan ulang. Robot berkaki enam menyerupai laba-laba ini masih disempurnakan baik dari sisi perangkat lunak maupun mekanik.

Sedangkan robot SAR difokuskan untuk misi kemanusiaan simulasi penyelamatan korban bencana. Robot ini dirancang untuk menghadapi berbagai rintangan seperti reruntuhan akibat gempa, kobaran api, hingga medan sulit.

“Robot SAR ini kami fokuskan untuk lomba dari kementerian. Konsepnya adalah menyelamatkan korban dari medan bencana, termasuk menyediakan pegangan agar korban bisa dievakuasi oleh robot,” terangnya.

Aril juga mengungkapkan bahwa salah satu robot tim Unsika sebelumnya telah mengikuti kompetisi internasional yang digelar di Malaysia. Meski belum meraih podium, tim menganggap pengalaman tersebut sebagai pembelajaran penting.

“Kemarin kami ikut kompetisi internasional, lawannya dari Filipina dan Malaysia. Kami belum mendapatkan podium, tapi itu menjadi pengalaman berharga,” katanya.

Untuk proses perakitan, Aril menjelaskan bahwa pada umumnya dibutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan untuk merakit satu robot. Namun untuk robot yang dilombakan di ajang kementerian, proses pengembangan bisa memakan waktu hingga lima bulan.

Dari sisi pendanaan, robot yang diikutkan dalam perlombaan tingkat nasional didukung oleh Fakultas Teknik Unsika, sedangkan robot yang mengikuti kompetisi dari kementerian mendapatkan pendanaan melalui pengajuan dana universitas.

Ke depan, Tim Robot Unsika berencana kembali mengikuti sejumlah lomba robotik tingkat nasional pada awal tahun mendatang, khususnya untuk kategori robot sumo dan line follower.(red)