Regional
23 Anak di Garut Jadi Korban Pencabulan, Pelakunya Kakak Beradik
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Sebanyak 23 anak di bawah umur di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi korban pencabulan. Para korban masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Parahnya, Perbuatan keji itu dilakukan oleh dua orang pelaku laki-laki yang berstatus sebagai kakak-beradik.
Keduanya nekat melakukan perbuatan asusila sejak tahun 2018, saat pelaku masih SMP. Korbannya saat itu berjumlah 13 orang.
Kemudian pada tahun 2021 ketika pelaku duduk di bangku SMA, kedua kakak-beradik itu melakukan hal serupa, dengan jumlah korban 10 orang.
Kasus tersebut kemudian mencuat ke publik setelah salah satu keluarga korban mengadukan yang dialami anaknya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Serikat Petani Pasundan (SPP).
Ketua LBH SPP, Yudi Kurnia, mengatakan, salah satu korban mengadu kepadanya menjelang sidang vonis kedua pelaku.
“Salah satu keluarga korban datang mengadu ke saya, tapi jelang sidang vonis, minta pendampingan karena takut ada upaya intimidasi,” ujarnya dilansir dari TribunJabar.id, Kamis (4/5/2023).
Kedua pelaku sudah divonis hukuman penjara, masing masing dua tahun dan pelatihan kerja selama enam bulan dan tiga tahun dan pelatihan kerja selama enam bulan.
Sebelumnya, orang tua korban lain tak berani, lantaran diintimidasi oleh keluarga pelaku.
Menurut U, salah satu orang tua korban, perbuatan kedua tersangka dilakukan berkali-kali di makam, sawah bahkan sampai di belakang halaman masjdi Alun-alun Cibatu.
Salah satu orang tua korban mengatakan, anaknya menjadi korban sodomi oleh kedua pelaku setelah diiming-imingi dibelikan mainan.
Ia menyebut aksi kekerasan seksual itu tidak satu kali dilakukan oleh pelaku, tapi sampai tiga kali.
“Anak saya mengaku tiga kali jadi korban, awalnya dirayu mau dibelikan mainan,” ujar saat dihubungi.
Setelah kejadian itu, ia menyebut anaknya sering tantrum dan mengamuk hingga melukai diri sendiri dengan membenturkan kepala ke tembok.
“Anak saya baru jujur setelah pindah rumah, sebelum itu anak ada ketakutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tidak hanya anaknya saja yang menjadi korban, tetapi ada 10 orang anak lain. Namun keluarga korban enggan terekspos karena takut.
“Sampai 10 anak, yang mengeluh orang tuanya,” ujarnya. (*)
Sumber: TribunJabar.id

You may like

Festival Budaya Jepang dan Korea TokSeoul Wave 2026 Siap Digelar di KCP Mall

Boncengan Tiga Tanpa Helm, Tiga Pelajar Perempuan Tewas Tabrak Truk Mogok di Karawang

Minggon Rutin Pemdes Kertaraharja: Kunci Transparansi Pembangunan dan Soliditas Aparatur Desa

Didik Generasi Muda, Lapas Karawang Ajak Siswa SD IT Al Mumtaaz Belajar Bertani dan Beternak

Komisi II DPRD Karawang Minta Pengelolaan Pasar Telagasari Dikembalikan ke Desa dan Dimusyawarahkan dengan Pedagang

Bupati Karawang Lantik 2.251 Anggota BPD, Minta Perketat Pengawasan Anggaran Desa
Pos-pos Terbaru
- Festival Budaya Jepang dan Korea TokSeoul Wave 2026 Siap Digelar di KCP Mall
- Boncengan Tiga Tanpa Helm, Tiga Pelajar Perempuan Tewas Tabrak Truk Mogok di Karawang
- Minggon Rutin Pemdes Kertaraharja: Kunci Transparansi Pembangunan dan Soliditas Aparatur Desa
- Didik Generasi Muda, Lapas Karawang Ajak Siswa SD IT Al Mumtaaz Belajar Bertani dan Beternak
- Sharp Perluas Party Speaker, Hadirkan Phantom Series dan Core Blast Series untuk Beragam Gaya Hidup Konsumen






