Regional
Pemkab Garut Awasi Jajanan Chiki Ngebul dan Jajanan lainnya di Sekolah
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut mulai mengawasi mengawasi peredaran jajanan chiki ngebul dan lainnya di lingkungan sekolah untuk memastikan tidak ada jajanan membahayakan masyarakat.
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengaku sudah meminta jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), juga Dinas Pendidikan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memantau jajanan anak, khususnya di lingkungan sekitar sekolah.
“Ini harus segera turun, Dinas Kesehatan turun keliling ke sekolah-sekolah, dan saya juga minta bantuan dari Dinas Pendidikan, Satpol PP juga,” kata Helmi, Senin (16/1/2023).
Dia meminta tiga SKPD tersebut harus secepatnya mengecek langsung jajanan makanan yang dijual di sekolah.
Helmi juga meminta semua pihak termasuk orang tua dan para guru harus selalu mewaspadai terhadap jajanan makanan yang beredar di sekolah, terutama jajanan chiki ngebul yang berbahaya bagi manusia karena mengandung zat nitrogen.
“Sudah saya minta ke Dinas Kesehatan, apalagi sudah ada suratnya dari Kementerian Kesehatan itu dilarang, dan saya minta orang tua maupun guru untuk mengawasi,” kata Helmi.
Ia menjelaskan zat nitrogen cair di jajanan chiki ngebul dapat mengganggu kesehatan, seperti sakit tenggorokan, merusak lambung, bahkan bisa terjadi kebocoran lambung jika dikonsumsi terus-terusan.
Selain jajanan Chiki Ngebul, kata dia, perlu juga produk makanan lainnya yang dijual di masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah untuk diawasi dan diperiksa memastikan semua bahan makanan yang digunakan aman untuk dikonsumsi.
Upaya pemerintah itu, kata dia, karena tidak mau generasi bangsa di usia produktif nanti harus sakit-sakitan dampak mengkonsumsi makanan yang berbahaya saat anak-anak.
“Hari ini mungkin tidak terasa, hari ini masih sehat, ginjalnya masih sehat, jantungnya masih sehat, tapi kita enggak tahu dengan 40 tahun lagi, dengan makanan-makanan yang berbahaya, bisa jadi mereka oke dari usia produktif 40 tahun, tapi bisa jadi sesungguhnya tidak produktif karena sakit-sakitan,” kata Helmi.
Ia berharap semua elemen masyarakat untuk turut serta mengawasi dan mencegah jajanan makanan yang mengandung zat berbahaya sebagai langkah mempersiapkan generasi bangsa yang berkualitas dan cerdas.
“Jadi secara fisik kita persiapkan, kemudian otaknya pun harus kita persiapkan, pemikiran pun harus kita persiapkan, makanya betul kita memerlukan ruang atau kelas yang baik,” kata Helmi. (*)
Sumber: Antara


You may like

Unsika Resmi Mulai Pembangunan Amphitheatre dan Gedung Hortikultura di Kampus 2

NOEND Merilis Single “Maafkan”:Penyesalan Yang Tak Pernah Selesai, Dibalut Melodic Metalcore Dari Indonesia

Disnakertrans Karawang Dorong Dunia Kerja Inklusif dan Setara untuk Penyandang Disabilitas

Bukti Komitmen Pemasyarakatan: 73 Personel Gabungan Diterjunkan dalam Razia Skala Besar Lapas Karawang

Kapolresta Karawang Imbau Masyarakat Jaga Kedamaian Saat Sampaikan Aspirasi

Kapolresta Karawang Pimpin Sertijab Wakapolresta dan Sejumlah Pejabat utama
Pos-pos Terbaru
- Unsika Resmi Mulai Pembangunan Amphitheatre dan Gedung Hortikultura di Kampus 2
- NOEND Merilis Single “Maafkan”:Penyesalan Yang Tak Pernah Selesai, Dibalut Melodic Metalcore Dari Indonesia
- H-Beberapa Hari Jelang Pelantikan, Panitia IKA Muba Pastikan Seluruh Agenda Siap Dieksekusi
- Tim Gabungan Ormas Dan LSM Muba Temukan Angkutan Minyak Illegal/Bleaching Keluar Wilayah Musi Banyuasin
- Disnakertrans Karawang Dorong Dunia Kerja Inklusif dan Setara untuk Penyandang Disabilitas






