Regional
Kejari Karawang Kenalkan Restorative Justice Pada Warga Desa Batujaya
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang Martha Parulina Berliana SH yang didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Karawang, Tohom Hasiholan SH MH memberikan penyuluhan hukum tentang Restorative Justice atau yang dikenal dengan sebutan RJ dalam rangka pembentukan kampung Restorative Justice di Desa Karyamulya Kecamatan Batujaya. Jumat (4/3/2022).
Acara Sosialisasi bertempat di aula kantor Desa Karyamulya. Dihadiri, Camat Batujaya Irlan Suarlan beserta jajarannya, Kepala Desa Karyamulya Alek Sukardi beserta perangkatnya, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Pada kesempatan itu, Kejari Kabupaten Karawang, Martha Parulina Berliana mengatakan sosialisasi ini dilakukan agar nantinya masyarakat khususnya desa Karyamulya, umumnya masyarakat Karawang mengetahui apa itu Restorative Justice. Selain itu, desa Karyamulya ini akan di bentuk Kampung Restorative Justice.
“Restorative Justice ini adalah program Kejaksaan Agung, yang mana program ini dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara mediasi penal (Berdamai) penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula,” ujarnya.
Menurutnya, terkait dengan Restorative Justice, kemarin Jaksa Agung Muda Pidana Umum mengeluarkan satu perintah supaya kita khususnya di Jawa Barat ini mulai membentuk apa yang disebut dengan Kampung Restorative Justice.
“Sosialisasi Restorative Justice ini yang perdana di desa Karyamulya kecamatan Batujaya. Insyaallah, Kampung Restorative Justice ini bisa menjadi contoh perwujudan bahwa Restorative Justice itu ada. Mengingat, pada tahun 2020 Jaksa Agung Republik Indonesia melalui Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif,” ungkapnya.
Tambahnya, tidak semua juga kasus hukum dapat diselesaikan dengan restorative justice, dikarenakan pelaku tidak dapat mengembalikan sesuatu seperti pada mulanya.
“Harapannya Kampung Restorative Justice itu akan menjadi salah satu contoh perwujudan bahwa RJ itu sebenarnya itu tidak susah asal kita mau,” ungkapnya. (sgt)

You may like

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta

Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian

Kantor Hukum Cakra Buana Dorong Sosialisasi Masif UU Lalu Lintas untuk Pelajar Usai Insiden Maut di Karawang

Laskar Farm Lapas Karawang Unjuk Gigi, Kirim Sapi Unggulan ke Kontes Piala Presiden 2026
Pos-pos Terbaru
- Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
- Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur
- Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi, AJI Palembang Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan Jurnalis
- Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta
- Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian






