Nasional
Pemerintah Pastikan Biaya Swab Test Tak Akan Membebani Masyarakat
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan, biaya tes usap ( swab test) nantinya tidak akan memberatkan masyarakat yang hendak melakukannya secara mandiri.
Hal itu disampaikan Wiku dalam keterangan persnya lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10/2020).
“Harga swab berkisar antara Rp 439.000- Rp 797.000 ribu masih dikaji terus oleh pemerintah, karena kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Wiku, dilansir dari Kompas.com.
Kendati demikian, pemerintah harus menyesuaikannya dengan penyelenggara tes yang merupakan pihak swasta.
Wiku mengatakan bahwa masing-masing penyelenggara tes usap memiliki peralatan dan perlengkapan berbeda sehingga memunculkan harga yang variatif.
Namun, pemerintah berupaya mencari jalan tengah sehingga ketentuan biaya tes usap tak memberatkan masyarakat sekaligus tak merugikan penyedia jasa tes.
“Bahwa penyelenggara tes tersebut juga bervariasi dan memang sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan dan tentunya pasti mengambil untung harus dilakukan,” kata Wiku.
“Tapi dalam jumlah yang terbatas karena ini adalah masalah pandemi, sehingga toleransi secara keseluruhan nanti akan kami umumkan kepada publik setelah semua kajian tersebut selesai,” lanjut dia.
Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, standar biaya tes usap (swab) masih dalam pembahasan.
Doni yang sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menuturkan, pemerintah berusaha menetapkan harga yang bisa diterima semua pihak.
“Untuk harganya, sekarang sedang dalam pembahasan,” kata Doni melalui video telekonferensi, Minggu (13/9/2020).
“Kami akan berusaha untuk menemukan sebuah format harga yang relatif bisa diterima semua pihak, baik oleh swasta, demikian juga untuk laboratorium yang lebih kepada kepentingan sosial,” sambung dia.
Menurutnya, harga tes usap yang saat ini masih mahal dikarenakan reagen untuk pemeriksaan Covid-19 harus diimpor.
Oleh karena itu, jumlah reagen yang dimiliki Indonesia pun terbatas.
Sebagai informasi, reagen adalah bahan kimia utama untuk pengetesan Covid-19 yang berbentuk larutan anorganik dan dibuat sesuai dengan genom virus corona. (*)
Sumber: Kompas.com

You may like

Jaksa Sebut Terdakwa Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Purwakarta Diduga Gunakan Data Fiktif, Ada Nama Mantan Bupati

Kemenkes: Kenaikan Kasus Covid-19 Varian JN.1 Masih Terkendali

Kemenkes: Kasus Covid-19 Meningkat di 21 Provinsi

Waspadai Covid-19, Pemprov Jabar Imbau Warga Kembali Terapkan Prokes

BPJS Kesehatan Tanggung Biaya Pasien Covid-19 Sesuai Indikasi Medis

Meski Sudah Masuk Endemi, BPJS Tetap Tanggung Biaya Pengobatan Covid-19
Pos-pos Terbaru
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel
- Petugas Lapas Karawang Gagalkan Penyelundupan 48 Batang Rokok Diduga Berisi Narkotika
- Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari






