Terhubung dengan Kami

Kesehatan

Begini Cara Mengatasi Keringat Berlebihan di Ketiak

Published

on

INFOKA.ID – Berkeringat merupakan fungsi tubuh yang normal dan penting dimiliki setiap manusia. Dokter kulit dari Texas Health Presbyterian Hospital Dallas, Erickson menjelaskan berkeringat merupakan cara alami tubuh mengatur suhu.

“Ketika suhu Anda naik di atas 37 derajat celcius, tubuh Anda mencoba menurunkannya kembali dengan melepaskan keringat dari kelenjar. Begitu keringat mengenai permukaan kulit dan mulai menguap, Anda akan merasa lebih sejuk dan nyaman,” jelasnya, dikutip dari CNNIndonesia.com.

Setiap orang memiliki kadar berkeringat yang berbeda. Ahli bedah toraks dari Program Hyperhidrosis Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, Osita Onugha mengatakan orang yang lebih bugar biasanya berkeringat lebih cepat.

“Beberapa orang berkeringat lebih banyak daripada yang lain, seperti beberapa orang yang berlari lebih cepat daripada yang lain,” tuturnya.

Ada pula orang yang lebih mudah berkeringat, tapi bukan berarti memiliki tubuh yang sehat. Misalnya umum terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan, peminum alkohol, dan perokok.

Namun, pada beberapa kasus, seseorang bisa saja mengeluarkan keringat dalam kondisi yang asing di mata orang awam. Misalnya ketika seseorang terus berkeringat di cuaca yang dingin.

Kondisi ini bisa menunjukkan seseorang memiliki hiperhidrosis (keringat berlebihan) atau bahkan kelainan genetik berupa sindrom keringat dingin. Tapi bisa pula terjadi ketika seseorang tengah gugup atau stres.

Kondisi hiperhidrosis ditandai ketika seseorang terus berkeringat tanpa alasan yang jelas –di suhu yang dingin, tidak dalam keadaan cemas atau stres, tidak sedang sakit, dan lain-lain.

Berikut langkah yang bisa Anda coba jika sering berkeringat di ketiak dan ingin mengatasinya:

Pakai Antiperspiran

Deodoran hanya berfungsi menutupi bau keringat. Untuk mencegah keringat datang, pakai produk yang mengandung antiperspiran.

Garam aluminium dalam antipersepiran dapat menyumbat saluran keringat, sehingga keringat tidak dalam dikeluarkan.

Konsumsi Obat

Antikolinergik merupakan obat oral yang paling umum diberikan kepada pasien dengan masalah keringat berlebihan. Obat tersebut mencegah molekul kimia yang bertugas memicu keringat mencapai kelenjar keringat.

Namun ketika menggunakan obat ini, efeknya akan terasa di seluruh tubuh. Sehingga pasien dapat merasakan mulut kering, sembelit, dan lain-lain.

Botox

Bukan hanya untuk meremajakan penampilan, botox ternyata juga bisa digunakan untuk menahan produksi keringat.

Ketika disuntikkan ke ketiak, bahan kimia pada botox akan merangsang keringat dan mengurangi keringat berlebih hingga enam bulan.

Operasi

Pada kasus hiperhidrosis yang parah, opsi pembedahan juga bisa menjadi pilihan untuk meminimalisir produksi keringat.

Operasi dilakukan dengan mengangkat kelenjar keringat atau memotong syaraf yang menyebabkan keringat berlebihan. (*)

Sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement