Connect with us

Daerah

Cegah Tawuran, Pelajar Karawang Digembleng Bela Negara

Diposting

pada

INFOKA.ID – Ratusan pelajar SMP, SMA dan SMK di Karawang yang terlibat tawuran mendapat pembinaan penataran kedisiplinan, bela negara di Yonif PR 305/Tengkorak Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang selama sepekan.

Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan hari ini merupakan tahap pertama penataran kedisiplinan bela negara dan wawasan kebangsaan bagi seluruh pelajar yang sebelumnya sudah dipilih oleh pihak sekolahnya masing-masing.

“Kegiatan Kedisiplinan Bela Negara ini merupakan inisiatif dari Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Karawang yang prihatin atas sejumlah kejadian seperti tawuran pelajar. Dari keprihatinan itu lalu kami memandang perlu mendidik para pelajar yang pernah tawuran atau hanya ikut-ikutan kita didik bela negara,” kata Letkol Inf, Medi Hario Wibowo.

Menurutnya pembinaan ini merupakan upaya untuk mengubah karakter pelajar agar lebih berpikir dan berperilaku positif. Melalui pembinaan yang dilakukan para pelajar diharapkan tidak lagi mengikuti kegiatan negatif yang bisa merugikan masa depan generasi muda di Karawang.

“Nanti mereka bangun subuh, yang muslim sholat subuh. Olahraga kemudian ada juga baris berbaris dan juga diberikan bimbingan materi. Sehingga kedisiplinan mereka berubah. Tujuannya juga agar mereka bisa menjadi agen perubahan untuk teman-temannya di sekolah,” katanya.

Para pelajar itu dipilih langsung oleh setiap guru bimbingan penyuluhan (BP)/bimbingan konseling (BK).

Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh meyakini, penataran kedisiplinan, bela negara dan wawasan kebangsaan akan membawa perubahan kepada pelajar yang memiliki perhatian khusus.

“Mereka ini generasi penerus kita, kita tidak ingin mereka ini membuat efek yang negatif buat hidupnya. Sehingga penataran ini kami yakini akan memberikan perubahan yang baik untuk masa depan mereka,” katanya.

Aep mengaku, kegiatan penataran tersebut akan dilakukan secara berkala yang dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan.

“Kita tidak ingin, pelajar kita melakukan tawuran-tawuran kembali,” katanya. (*)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement