Terhubung dengan Kami

Bisnis

Usung Hyperlocal, Tokopedia Terus Dorong UMKM Lokal Jawa Tengah Lebih Mandiri

Published

on

INFOKA.ID – Pandemi mendorong masyarakat beradaptasi lewat pemanfaatan teknologi, baik dalam memenuhi kebutuhan harian hingga menciptakan peluang.

Terbukti dari survei LPEM FEB UI yang menyebutkan bahwa pada 2020, 7 dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami kenaikan volume penjualan dengan median sebesar 133%.

“68,6% penjual yang bergabung dengan Tokopedia pada saat pandemi merupakan pencari nafkah tunggal di keluarga. Serta 76,4% penjual mengatakan kemudahan mengelola bisnis menjadi alasan utama bergabung dengan Tokopedia,” ungkap External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, pada Sabtu (25/4/2021).

Data internal Tokopedia di sisi lain mengungkap adanya pertumbuhan penjual yang sangat signifikan, dari yang sebelum pandemi berjumlah 7,2 juta menjadi lebih dari 10 juta saat ini. Pengguna aktif bulanan Tokopedia pun meningkat dari lebih dari 90 juta menjadi lebih dari 100 juta.

Tokopedia Kenalkan Inisiatif Hyperlocal

Tokopedia mendukung para pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM lokal, melalui inisiatif hyperlocal demi mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Praktiknya, selain mengadakan pendampingan intensif untuk UMKM di berbagai kota, Tokopedia juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan digitalisasi UMKM lokal.

Head of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Trian Nugroho, mengatakan, “Pemanfaatan platform teknologi seperti Tokopedia menjadi solusi bagi para pegiat UMKM lokal untuk dapat tetap mempertahankan usaha di tengah pandemi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.”

“Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah sepanjang Q4 2020, Tokopedia telah menggandeng penjual baru, baik individu maupun pasar tradisional di berbagai kota, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bandung, Surabaya, Malang dan Makassar,” tambah Trian.

Tokopedia pun menyediakan kampanye Kumpulan Toko Pilihan (KTP). Praktiknya, UMKM lokal di Semarang bisa mendapatkan pedampingan memulai dan mengembangkan usaha daring, serta halaman khusus di Tokopedia.

Ada juga Tokomart yang mengusung teknologi geo-tagging untuk mempermudah masyarakat mendapatkan barang kebutuhan harian dari penjual terdekat. Inovasi ini sudah tersedia di Jabodetabek serta Bandung dan akan untuk masyarakat Semarang dalam waktu dekat.

Tokopedia Ungkap Tren Belanja Masyarakat Jawa Tengah Pada Kuartal I 2021

Kategori Rumah Tangga, Kesehatan dan Perawatan Tubuh serta Elektronik menjadi tiga kategori di Tokopedia, khususnya di Jawa Tengah, yang paling populer selama Q1 2021.

“Di Jawa Tengah, kategori Elektronik, misalnya, meningkat hampir 2x lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan kategori Rumah Tangga serta Kesehatan dan Perawatan Tubuh masing-masing meningkat lebih dari 2x lipat,” tutur Trian.

Transaksi kategori Makanan dan Minuman pun melonjak hampir 3x lipat. Lonjakan ini dialami pula oleh Bandeng Bonafide Semarang, UMKM Semarang besutan Hary Purwita dan istri sejak 1995.

Hary mengatakan pandemi menyebabkan penjualan offline-nya menurun drastis. “Dengan memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia di tengah pandemi, transaksi kami bisa meningkat hampir 7x lipat selama Q1 2021 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya,” tutupnya. (*)

Advertisement
Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement